Wednesday, 11 April 2018

Jalan-jalan ke Taman Penangkaran Buaya Tanjung Pasir Tangerang


Berlibur bersama keluarga khususnya anak-anak merupakan kegiatan yang membahagiakan dan kegiatan menghabiskan waktu senggang paling sempurna. Mengajak anak bermain di luar, menjadikan mereka mampu berpikir kreatif dan yang paling penting dapat mengurangi kuantitas memandang layar televisi, gadget, atau video game yang kurang baik untuk perkembangan anak. 

Bila kamu tinggal dengan Tangerang, tempat wisata ini cocok untuk kamu kunjungi dengan keluarga. Di kota Industri ini, terdapat sebuah tempat wisata keluarga dan dapat menambah wawasan tentang satwa, khususnya buaya. Tempat wisata tersebut adalah Penangkaran Buaya Tanjung Pasir. Taman penangkaran buaya ini terletak di Jalan Raya Tanjung Pasir Km 29, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. 

Bagi kamu yang tinggal jauh dari Tangerang, tidak perlu khawatir karena kamu bisa melakukan reservasi hotel di Tangerang. Datang ke satu tempat wisata tentu tak cukup bukan? Dengan menginap di hotel tentu bkamu lebih puas berjalan-jalan dan tak khawatir pulang kemalaman. Bila budget liburan terbatas kamu bisa mencari informasi mengenai tarif hotel termurah di Tangerang dengan mudah melalui situs online seperti Reservasi.com.

Saat di Tangerang, tempat wisata satu ini patut jadi tujuan utama. Taman Buaya Tanjung Pasir yang merupakan penangkaran hewan reptil ini tentu jadi tempat wisata anti mainstream dan langka. Di Penangkaran buaya ini pengunjung dapat memotret, menyaksikan buaya bertelur, dan memberi makan langsung buaya. Di lokasi tersebut, ada penjaga yang menyediakan ikan sebagai umpan buaya. Pengelola menjualnya kepada pengunjung seharga Rp 75.000 rupiah per ember. Pengunjung boleh melemparkan sendiri umpan itu, atau meminta bantuan kepada penjaga. 

Berdasarkan informasi dari pihak pengelola, taman penangkaran untuk para raja rawa yang berdiri sejak tahun 2004 ini awalnya hanya memiliki 35 ekor buaya. Seiring berjalannya waktu, kini tak kurang dari 500 buaya hidup di taman penangkaran buaya yang memiliki luas 5 hektar ini. Kalau kamu tertarik dengan kehidupan buaya, datang ke tempat ini tentu jadi pilihan yang tepat bagi kamu pecinta reptil. 

Merencanakan staycation di kawasan Tangerang untuk liburan dalam waktu dekat ini? Sekalian berkunjung ke wisata satu ini tentu jadi pilihan tepat. Jangan lupa untuk reservasi hotel di Tangerang dengan fasilitas hotel terbaik. Liburan semakin menyenangkan jika fasilitas di hotel memanjakan semua anggota keluarga. 

Alasan lain mengapa harus datang kepenangkaran buaya ini, ada berbagai jenis buaya yang bisa kamu lihat. Dua di antara jenis tersebut adalah Buaya Irian dan Buaya Air Payau atau Buaya Sumatera. Jenis Buaya Sumatera adalah buaya yang paling banyak ditemukan di penangkaran buaya ini. Untuk mengidentifikasi jenis-jenis buaya, kita dapat melihat warna kulitnya. Misalnya, bila kita melihat buaya dengan postur tubuh pendek dan berwarna kulit abu-abu maka itu adalah jenis buaya Irian. Berbeda lagi bila buaya itu memiliki kulit belang dan menyerupai batik, maka buaya yang kamu lihat itu adalah buaya Sumatera atau buaya air payau. 

Penangkaran buaya Tanjung Pasir juga memiliki buaya putih yang diletakkan di kandang yang berbeda dengan buaya Irian atau pun Buaya Sumatera. Buaya putih atau buaya albino ini cukup menarik. Meski sering dihubungkan dengan dongeng dan mitologi, tetapi kehadiran buaya albino ini memang merupakan bawaan genetik tanpa ada hubungannya dengan hal-hal mistis. 

Buaya-buaya yang ada di Penangkaran Buaya Tanjung Pasir sesuai dengan umur dan ukurannya. Tujuan dilakukan pemisahan tersebut adalah untuk melindungi buaya-buaya kecil agar tidak menjadi santapan buaya-buaya besar. Hal yang mengejutkan, usia buaya-buaya yang ada di penangkaran ini dapat mencapai 60-70 tahun. 

penangkaran buaya tangerang


Petugas memberi makan buaya-buaya yang ada di Penangkaran Buaya Tanjung pasir satu kali setiap hari. Menu makanan para buaya berbeda-beda dan tak menentu setiap harinya. Terkadang buaya diberi makan daging ayam, daging kerbau, ikan, atau pun daging buaya yang sudah mati serta telah dikuliti dan dibersihkan. 

Bagi kamu yang suka makanan ekstrem, di lokasi wisata anti mainstream ini juga terdapat rumah makan yang menyajikan menu sate buaya. Pengelola wisata menjamin bahwa daging buaya yang dijadikan sate bukanlah dari bangkai buaya. Berani mencoba menu ini? 

Di tempat wisata ini juga terdapat tempat yang menjual berbagai produk yang terbuat dari kulit buaya seperti, tas, dompet, ikat pinggang, dan sebagainya. Bila mau, kamu juga bisa membeli telur buaya untuk ditetaskan di rumah.

Taman Penangkaran Buaya Tanjung Pasir buka dibuka untuk pengunjung mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Harga tiket masuk lokasi wisata ini adalah Rp. 10.000/orang. Untuk mencapai tempat ini, kamu disarankan membawa kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil karena belum banyak kendaraan umum yang mengantarkan sampai ke lokasi. 



Ternyata Taman Penangkaran Buaya Tanjung Pasir memiliki banyak daya tarik sebagai tempat wisata. Kamu yang bosan dengan datang ke mall, mungkin bisa mencoba liburan lain yakni datang ke Penangkaran buaya ini. Sekaligus melakukan reservasi hotel di Tangerang tentu bisa jadi ide yang tepat, terlebih jika rumah mu cukup jauh dari Tangerang. Soal harga tak perlu khawatir, liburan juga bisa hemat jika kamu mencari tempat menginap dengan tarif hotel termurah yang bisa kamu temukan di website booking hotel seperti Reservasi.com.

0 comments:

Post a Comment